Hakikat Perasaan

Hakikat Perasaan

sumber:google

A. Pengertian

Pengertian Perasaan pada umumnya disifatkan sebagai keadaan (state) yang ada pada individu atau organisme pada sesuatu waktu. Misalnya seseorang merasa sedih, senang, takut, marah ataupun gejala- gejala yang lain setelah melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu. Dengan kata lain perasaan disifatkan sebagai suatu keadaan kejiwaan pada organisme atau individu sebagai akibat adanya eristiwa atau persepsi yang di alami oleh organisme. 

Pada umumnya keadaan atau peristiwa itu mengakibatkan goncangan-goncangan dalam diri organisme yang bersangkutan.Perasaan adalah gejala psikis yang bersifat subyektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal, dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf. Berlainan dengan berfikir, maka perasaan itu bersifat subyektif, banyak dipengaruhi oleh keadaan diri seseorang apa yang enak, indah, menyenangakan bagi seseorang tetentu, belom tentu juga enak, indah, menyenangkan bagi orang lain. 

Perasaan umumnya bersngkutan dengan fungsi mengenal; artinya perasaan dapat timbul karena mengameti, menanggap, menghayalkan, mengingat-ingat, atau memikirkan sesuatu. Kendatipun demikkian peraasaan bukanlah hanya sekedar gejala tambahan daripada fungsi mengenal saja, melainkan adaalah fungsi tersendiri.

B.Menurut para Ahli


Menurut Chaplin (1972) yang dimaksud dengan perasaan adalah keadaan atau state individu sebagai akibat dari persepsi terhadap stimulan baik eksternal maupun internal.
Menurut Wundt dalam Woodworth dan Marquis (1957) perasaan senang dan tidak senang bukanlah satu-satunya dimensi dari perasaan.

Pada umunya perasaan berkaitan dengan persepsi, dan merupakan reaksi terhadap stimulus yang mengenainya.Keadaan (stimulus) itu dapat menimbulkan perasaan pada masing-masing individu. Tetapi perasaan yang timbul pada masing-masing individu ternyata dapat berbeda satu dengan yang lain. Ada yang mengalami keadaan tersebut sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan, tetapi sebaliknya ada juga yang biasa, dan bahkan mungkin ada yang mengalami perasaan yang tidak senang.Dengan demikian sekalipun stimulusnya sama, namun perasaan yang ditimbulkan oleh stimulus tersebut dapat berbeda-beda.

C.Dimensi Perasaan

Perasaan itu dialami oleh individu sebagai perassan senanga atau tidak senang.Namun demikian senang dan tidak senang itu bukan satu-satunya dimensi perasaan. Menurut Wundt (lih. Woodworth dan Marquis, 1957) selain dimensi senang dan tidak senang masih ada dimensi perasaan yang lain, yaitu perasaan maih dapat dialami oleh individu sebagai excited feeling atau sebagai innert feeling, dan ini di pandanng sebagai dimensi yang kedua. Excited feeling adalah perasaan yang dialami oleh individu disertai adanya perilaku atau perbuatan yang nampak, misal orang menari-nari karena lulus ujianya. Sebaliknya sekalipun seseorang mengalami persaan senang karena menerima uang banyak atau lulus ujianya tetap tenang saja, tanpa ada perilaku atau perbuatan yang menampak keluar, ini yang dimaksud dengan Innert feeling. Disamping itu masih ada dimensi lain yang merupakan dimensi ketiga, yaitu Expectancy feeling dan Release feeling. Sesuatu perasaan dapt dialami oleh individu sebagai sesuatu yang belum nyata, sesuatu yang masih dalam pengharapan, ini yang dimaksud dengan expected feeling. Disamping itu perasaan dapat dialami oleh individu karena suatau itu telah nyata, ini yang dimaksud dengan release felling.

D.GEJALA PERASAAN

Keadaan tubuh dapat memengaruhi perasaan dan adapula perasaan yang menimbulkan gerakan tubuh. Tanggapan-tanggapan tubuh terhadap perasaan dapat terwujud:
  1. Mimik, gerakan roman muka
  2. Pantomimic, gerakan-gerakan anggota badan bagi orang bisu, tuli, terdiri dari gerakan-gerakan yang termasuk mimic dan pantomimic
  3. Gejala pada tubuh, seperti denyut jantung bertambah cepat dari biasanya, muka menjadi pucat dan sebagainya.

E. Faktor yang memengaruhi timbulnya perasaan :

  1. Keadaan jasmani aatau fisik individu yang bersangkutan.Contoh:Perasaaan individu yang sedang sakit, lebih sensitif dibandingkan orang sehat.
  2. Perasaaan individu yang pendek gemuk kebal terhadap kritik.Struktur kepribadian individu memengaruhi individu dalam mengalami suatu perasaan. Contoh:Individu yang berkepribadian introvert memiliki perasaan yang sensitif.
  3. Individu yang berkepribadian extrovert kebal terhadap perasaan.
  4. Individu yang kepribadiannya mudah marah.
  5. Kepribadian peramah biasanya perasaannya halus.
  6. Keadaan temporer pada diri individu aatau bergantung pada suasana hati, individu yang sedang kalut pikirannya sangat peka terhadap perasaan dibanding orang yang normal.

F. Macam-macam Perasaan

Bigot dan kawan-kawannya (1950, p. 534) telah memberikan ihtisar mengenai macam-macam perasaan itu yang kiranya sangat berguna sebagai rangka pembicaraan. Adapun ihtisar tersebut adalah sebagai berikut ::
  1. Perasaan rendah (jasmaniah)
  2. Perasaan indriah.
  3. Perasaan vital.
  4. Perasaan luhur (rohaniah)
  5. Perasaan intelektual
  6. Perasaan kesusilaan
  7. Perasaan keindahan
  8. Perasaaan sosial
  9. Perasaan harga diri
  10. Perasaan keagamaan
  11. Perasaan-perasaan jasmaniah (rendah)

Perasaan-perasaan indriah, yaitu perasaan-perasaan yang berhubungan dengan perangsangan terhadap pancaindera seperti, sedap, manis, asin, pahit, panas, dan sebagainya.
Perasaan vital, yaitu perasaan-perasaan yang berhubungan dengan keadaan jasmani pada umumnya, seperti perasaan segar, letih, sehat, lemah, tak beradaya, dan sebagainya.

Perasaan-perasaan rohaniah (luhur)

Perasaan intelektual ialah perasaan yang bersangkutan dengan kesanggupan intelek (fikiran) dalam menyelesaikan problem-problrm yang dihadapi. Misalnya rasa senang yang dialami oleh seseorang yang dapat menyelesaikan soal ujian (perasaan intelektual yang positif), atau perasaan kecewa yang dialami oleh seseorang yang sama sekali tak dapat mengerjakan soal ujian.
Perasaan kesusilaan
Perasaan kesusilaan atau disebut juga perasaan etis adalah perasaan tentang baik buruk. Tiap-tiap orang tentu mempunyai ukuran baik buruk sendiri-sendiri ysng bersiafat individual, yang sering juga disebut norma individual. Disamping itu kita mengetahui bahwa didalam masyarakat tertentu terdapat norma yang berlaku bagi masyarakat itu, yang biasanya disebut norma sosial. Perasaan kesusilaan bersangkut paut dengan pelaksanaan norma-norma tersebut.Juga perasaan kesusilaan itu ada dua macam, yitu positif dan negative.Perasaan kesusilaan yang positif misalnya dialami sebagai rasa puas kala orang telah melakukan hal yang baik, dan yang negative misalnya dialami sebagai rasa menyesal kalau orang telah melakukan hal yang tidak baik.

Perasaan keindahan atau estetika
Perasaan keindahan yaitu perasaan yang menyertai kata yang timbul karena seseorang menghayati sesuatu yang indah atau tidak indah. Orang akan mengalami perasaan senang bila mempersepsi sesuatu yang indah, demikian sebaliknya orang akan merasa tidak senang apabila mempersepsi sesuatu yang tidak indah.

Perasaaan sosial atu perasaan kemasyarakatan
Perasaan ini adalah perasaan yang mengikatkan imdivudu dengan sesame manusia, perasaan individu untuk hidup bermasyarakat dengan sesama masyarakat perasaan ini timbul dalam hubungannya dengan interaksi sosial, yaitu hubungan induvidu satu dengan individu lain. Menurut bigot, dkk (1950) perasaan kebangsaan juga termasuk perasaan sosial.

Perasaan harga diri merupakan perasaan yang menyertai harga diri sesorang.
Perasaan harga diri ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perasaan harga diri yang positif dan perasaan harga diri yang negative. Perasaan harga diri yang positif ialah misalnya perasaan puas, senang, gembira, banggayang dialami oleh seseorang yang mendapatkan penghargaan dari fihak lain (misalnysa mendapatkan pujian, hadia, tanda jasa da sebagainya). Perasaan harga diri negatif ialah misalnya perasaan kecewa, tak senang, tak berdaya, kalau seseorang mendapat celaan, dimarahi, mendapatkan hukuman, dan sebagainya.

Perasaan keagamaan
Perasaan keagamaan yaitu perasaan yang bersangkutan dengsn kepercayaan seseorang tentang adanya Yang Maha Kuasa seperti misalnya rasa kagum akan kebesaran Allah, rasa syukur setelah lepas dari marabahaya secara ajaib, dan sebagainya.
Golongan Perasaan menurut Stren (Lih. Bigot, 1950)

Perasaan presens
Yaitu perasaan yang timbul dalam keadaan yang sekarang nyata di hadapi, yaitu berhubungan dengan situasi yang actual.
Persaan yang mengjangkau maju (merupakan jangkauan ke depan),yaitu perasaan jadam kejadian- kejadian yang akan datang, jadi masih dalam pengharapan.
Perasaan yang berkaitan dengan wakktu yang telah lampau, yaitu perasaan yang timbul denngan melihat kejadian-kejadian yang telah lalu. Misalnya : orang merasa sedih karena pada waktu masih dalam keadaan berada.

Max Scheler mengajukan pendapat ada empat macam tingkatan dalam perasaan, yaitu :
  1. Perasaan tingkat sensoris, yaitu perasaan yang didasarkan atas kesadaran yang berhubungsn dengsn stimulus pada kejasmanian, missal rasa sakit, panas, dingin.
  2. Perasaan kehidupan vital, yaitu perasaan yang bergantung pada keadaan jasmani keseluruh, missal rasa segar, lelah.
  3. Perasaan psikis atau kejiwaan, yaitu perasaan senang, susah, takut, dsb.
  4. Perasaan kepribadian, yaitu perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi, missal perasaan harga diri, perasaan putus asa, perasaan puas.

Masalah-masalah praktis tentang perasaan
Mempunyai pengaruhbesar kepada setiap perbuatan dan kemauan.Perasaan itu cepat dan mudah menular.perasaan indriawi seperti panas, sejuk, sedap, dan lain-lain.
Disekolah dan di rumah seharusnya senantiasa ditimbulkan perasaan kesenangan (hobbi) belajar.

Bahwa gangguan yang serius dan kronis pada kehilangan perasaann biasa mengakibatkan tingkah laku abnormal dan gejala neurosa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian perhatian,macam-macam perhatian dan factor-faktor yang mempengaruhi perhatian

Perbedaan antara keinginan, kemauan, dan hasrat serta berikan contohnya.

Kelelahan